Postingan

TERAS HATI,NEGARA SAYA

Gambar
teras hati,negara saya.. Cinta kepada bidang dan tunas baru,Lorong hijau dan teduh..itu dulu..!! Hutan pesanan,Sedang berjalan di urat anda,, mereka bermain2 di depan mata anda.. Sungai perang dan langit kabut pekat.. Saya tau tetapi tidak di bolehkan protes berkarat.. Cinta saya di kebiri.. entah kemana harus kami kabari.. Saya suka negara terjemur.. saya suka negara terguyur.. Banjaran gunung kasar, Kemarau dan hujan banjir. Tanah coklat,hutan hijau,langit dan laut biru,luas untuk saya! kini apa ? sudah di ambil mereka.. Gunung-gunung nilam di kubus.. Diam emas panas tengah hari, Kusut hijau tak terurus.. teras hati,negara saya! Langit biru kekejaman beliau.. Ketika sakit hati,bingung mengadu.. Sebuah negara opal hati, sengaja,tanah mewah di gadai.. Anda tidak akan faham Di mana saja kita boleh mati, Yang saya tahu untuk apa yang negara coklat Pemikiran kritis saya akan terbang.

antara jakarta dan laut utara

Gambar
daun yg jatuh tak pernah membenci angin.. seperti pukat menjaring mutiara.. sang penanda,menggugus bulan tenggelam dalam wajah mu.. dari mimpi mimpi si patah hati.. antara jakarta dan laut utara.. pun tak ada mawar yg tumbuh di tengah karang.. dari kenangan yg terukir di antara selat.. remang senja pun tak pernah memberi kabar cahaya fajar.. tp selalu saja menunggu sapa"an benang merah.. yg hadir hanyalah kelabu senja.. ya sudah lah.

"saya menyebutnya dengan sepotong heran"

Gambar
saya menyebutnya dengan sepotong heran.. kenapa tidak ! gadis yg gila.. improvisasi musiknya puisinya menari di tengah pantai.. Jadi jatuh! jadi hilang! cahaya diterik..  pernah ia mengatakan tentang Kemulia"an yg hilang dari uban yg akan datang.. maha penggoda mencercanya dgn air mata pengasihan,bukan cemohan dan murka.. sungguh ! sungguh serasi kejatuhannya.. kemarahan badai bodoh bergairah.. ketika dia menyalahkan,memimpin usianya.. jatuh kembali bada malam.. seperti tau,malaikat tertawa untuk menandai.. ratapan panjang seperti orang mati.. di tolak alis,tidak kuat dlm rantai mata besar.. jiwa melarikan diri,iman yg hilang, Untuk ketenaran yang sudah meninggal.. Berjalan mundur, dengan tatapan dihindari, Dan menyembunyikan rasa malu ! saya menyebutnya dengan sepotong heran..

Mandi Bulan di temani Dua Bintang

Gambar
mircusuar usang,tepi remang kota jakarta.. riak hempas benturkan cahaya.. tentang bulan di temani dua bintang.. iri keteduhan pun tak bergeming.. sampai pada rasa pecahkan yg polos.. dan senyum yg salah dalam kegelapan paras.. bulan itu,masih saja tetap di temani dua bintang.. kampret ! ternyata aku belum mandi,benturkan lg wewangian di hidung.. aroma tubuh kidung putus arwana asa yg hilang entah berlabuh di mana.. ah ..! hanya perasaan ku saja yg terbang terpa.. tindakan,kata dan semum dan semua mimpi ku semalam ingin ku buang.. tapi sayang,akan kah saja bulan itu tetap di temani dua bintang.. gw harap begitu.. mandi dulu ah..

kabari

Gambar
kembali lagi pada misi.. bertahan dan masih berdiri.. berlahan tapi pasti.. keyboard ku tekan dari tiap sisi.. ilustrasi membantah ku gores dgn jemari.. repetisi dari puisi puisi hati.. menembak siapa saja para kurcaci.. yang busuknya menghina dan mencaci.. bukan mengejar reputasi.. atau komisi yang tak berarti.. tapi inilah kami (seaman) sang pengarung yg tercela di tiap hati.. ayooo broo..saudara dan saudari.. kapan lagi membela diri.. jgn tunggu mati atau zona kan berganti.. angkat muka dan papari.. kepada dunia lalu kabari.. tentang kamu,aku dan semua pelaut sejati.. agar semua mengerti..

Biarkan menjadi legenda

Gambar
rembulan bertambah renta.. biarkan temaram di langit cendana.. tapi hitam cemara menaburkan harum malam pertama.. ke tenggara,bulan menanggalkan gaun cahaya.. ku rahasiakan ia,ku gelisahkan ia dalam telanjang.. sehabis harapan dan runtuhan doa panjang.. dan tatapan ku di langit jauh.. melayarkan pelaut tanpa sauh.. ku biarkan ia jadi legenda.. dalam jejek jejak ku "ART"

"PALSU"

Gambar
Generasi demi generasi silih berganti.. Terkontaminasi oleh ambisi dan korupsi.. Bumi Pertiwi seakan mati suri.. Paradigma Karakter Anak Bangsa lesu.. tanpa daya Terbelenggu nafsu,. ambisi, euforia, dan budaya tipu.. berbingkai kepalsuan Ijazah palsu, pemimpin palsu, gelar palsu, uang palsu… Oli palsu, premium palsu, peluru palsu, guru palsu, dosen palsu, polisi palsu, dokter palsu,pelaut palsu,barang-barang palsu…… Kepalsuan mendominasi.. anak bangsa,anak nusantara..